PT Urusan Jaga Banda mengerahkan sedikitnya 34 personel manpower khusus operator scissor lift untuk mengawal kelancaran operasional di area pergudangan YCH Indonesia pada hari Sabtu, 20 Juni 2026. Pengerahan berskala cukup besar ini dilakukan guna memastikan target pemeliharaan fasilitas dan penataan logistik akhir pekan berjalan aman dan tepat waktu.

​Supervisor Operasional PT Urusan Jaga Banda menjelaskan bahwa hari Sabtu sering kali menjadi momentum krusial bagi industri logistik seperti YCH Indonesia untuk melakukan akselerasi kerja. "Kehadiran 34 operator andal kami di lapangan adalah bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga ritme kerja klien tetap optimal, tanpa mengesampingkan faktor keselamatan kerja (K3)," ujarnya.

​Selama bertugas, ke-34 operator tersebut bertanggung jawab atas mobilitas vertikal di area pergudangan dengan langit-langit tinggi (high-rack warehouse). Tugas mereka meliputi penataan barang di rak-rak atas, pengecekan instalasi lampu, hingga perawatan rutin fasilitas gedung yang membutuhkan alat bantu angkat mekanis.

​Manajemen YCH Indonesia mengapresiasi kedisiplinan koordinasi yang ditunjukkan oleh tim PT Urusan Jaga Banda. Hingga operasional berakhir, seluruh kegiatan dilaporkan berjalan lancar dengan status zero accident (nol kecelakaan kerja).

Bekerja di industri logistik modern tidak hanya menuntut kecepatan, tetapi juga ketepatan tinggi dalam memanfaatkan ruang vertical. Di balik megahnya penataan barang di pergudangan modern seperti YCH Indonesia, ada peran krusial dari para operator alat berat jenis scissor lift. Pada hari Sabtu kemarin, sebanyak 34 manpower dari PT Urusan Jaga Banda membuktikan bagaimana profesionalisme di ketinggian dijalankan.

Scissor lift merupakan alat angkat mekanis yang dirancang khusus untuk mempermudah pekerjaan di area yang sulit dijangkau. Namun, mengoperasikan alat ini bukanlah perkara mudah. Diperlukan konsentrasi tinggi, kestabilan emosi, dan pemahaman mendalam terkait prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Mengerahkan 34 operator secara bersamaan dalam satu hari kerja bukanlah hal yang sepele. PT Urusan Jaga Banda memastikan bahwa seluruh manpower yang bertugas di YCH Indonesia kemarin telah mengantongi Surat Izin Alat (SIA) dan Surat Izin Operasi (SIO) yang valid.

Sebelum mesin-mesin dinyalakan pada Sabtu pagi, seluruh personel wajib mengikuti safety briefing. Dalam sesi tersebut, beberapa poin penting kembali ditekankan:

​1. Pengecekan Unit (Pre-use Inspection):
Memeriksa sistem hidrolik, fungsi rem, pembatas kecepatan, dan alarm sebelum alat dinaikkan.

​2. Penggunaan APD Lengkap:
Mulai dari safety helmet, sepatu pelindung, hingga full body harness yang wajib dikaitkan dengan benar pada titik jangkar (anchor point) di keranjang lift.

​3. Analisis Beban:
Memastikan material yang diangkut tidak melebihi kapasitas maksimal beban (Safe Working Load) dari scissor lift.

Kehadiran tim dalam jumlah yang terukur (34 personel) membuat pembagian area kerja di YCH Indonesia kemarin menjadi sangat efisien. Alur kerja tidak menumpuk di satu titik, sehingga risiko senggolan antar-alat dapat diminimalisir.

Bagi YCH Indonesia, pengoptimalan operasional di hari Sabtu menggunakan tenaga profesional eksternal seperti PT Urusan Jaga Banda adalah langkah strategis. Hal ini memastikan bahwa pemeliharaan infrastruktur tetap berjalan tanpa mengganggu arus masuk dan keluar barang yang padat di hari kerja biasa.

Sinergi yang ditunjukkan pada hari Sabtu kemarin menjadi bukti nyata bahwa produktivitas tinggi dalam industri logistik hanya bisa dicapai jika fondasi keselamatan kerjanya dibangun dengan kokoh. PT Urusan Jaga Banda dan YCH Indonesia telah sukses menunjukkan standar tersebut ke tingkat yang lebih tinggi.
Bagikan Berita:
Butuh Layanan Kami?

Hubungi kami sekarang untuk mendapatkan solusi jasa terpadu terbaik untuk perusahaan Anda.

Hubungi WhatsApp